Posts

Keliling Kota Surabaya Naik Bus Tumpuk

Image
Sebenarnya sudah lama saya berencana mengajak anak-anak naik  bus tumpuk. Selain menunggu jumlah botol plastik bekas yang kami kumpulkan cukup,  saya maju mundur memilih hari yang sepi. Impulsively ,  pilihan jatuh di hari raya kedua. Tanpa persiapan yang sesuai dengan standar golongan darah A.   Melek, mandi, mengemas botol, memesan  Grab , membawa bekal dan baju ganti.   Off we go at 6.30 am . Driver  menurunkan kami di pintu keluar Terminal dekat kantor Gudang Garam.  Dia bilang,  biasanya bus yang saya cari ada di pojokan.  Off course the bus was not there. Kami jalan sekitar 200 meter dan langsung histeris melihat bus tumpuk dari kejauhan.   Petugas parkir menunjuk sebuah pos kecil berwarna oranye untuk menukarkan botol dengan tiket. Meski saya sudah  ngublek  info di  google  dan akun sosmed resmi  Suroboyo Bus  dan  Dishub Surabaya ,  ternyata masih sa...

That door told me a story

Image
Ceritanya saya pindah ke rumah baru di daerah Sewon. Pintu kamar mandi saya sering berderak ditiup angin. Awalnya sih sempat kaget dan parno. Lama-lama terbiasa juga. Bahkan akhirnya pintu itu menuturkan sebuah cerita. Saya sempat melakukan riset kecil mengenai gebyok. Waktu itu Langit masih les nari di Rumah Budaya Tembi. Saya bertemu dengan Pak Herjaka yang menemani saya keliling museum dan bercerita soal gebyok.  Beliau yang kebetulan juga penulis, rajin bertanya apakah cerita gebyok tersebut sudah dimuat. Sayangnya, saya tidak sempat bertemu langsung dengan beliau untuk memberitahukan bahwa cerita ini akhrinya dimuat. Soalnya saya keburu pindah ke Surabaya. Ah, jadi kangen Tembi. Happy reading, all. Gebyok Lotus Pintu gebyok di rumahku hidup. Aku tahu sejak hari pertama tiba di rumah ini. Aku yang tengah berpegangan padanya sebelum melangkah masuk, merasakan denyut jantung. Terkejut, cepat-cepat kutarik tanganku. Ketika kucoba lagi dua hari kemudian, denyut ...

Big Bad Wolf 2018 - A much better experience

Image
September tahun ini menyimpan banyak kejutan beraneka rasa buat saya. Ada pahit,  manis,  asam,  juga asin.  Ketika menemukan undangan preview sale BBW Surabaya di inbox saya,  ada senang, getir yang bercampur skeptis.  Senang karena saya kembali mendapat kesempatan untuk menghadiri event buku tahunan yang luar biasa.  Getir karena undangan datang di saat kondisi dompet kurang prima.  Skeptis karena tahun lalu pengalaman preview sale saya ngga terlalu menyenangkan.  but,  what will i lose anyway?  jadi saya memutuskan untuk datang pada preview sale tanggal 26 september .  Karena saya sudah datang tahun sebelumnya (dan karena kemurnian darah A saya mulai luntur digerus kerasnya kehidupan) kali ini saya datang tanpa persiapan. Saya tidak mengambil tiket sehari sebelumnya. Saya tidak melakukan cek lokasi, karena sudah tahu seluk beluk Jatim Expo dan yakin bahwa peta penataan buku akan sama deng...

Kisah di balik seekor tikus kecil

Image
Jadi, cerita di atas sebenarnya adalah cerita yang dibuat oleh Langit.  Dan meski sulit dipercaya,  yang membuat ilustrasinya adalah Mamanya Langit (yang masih dibantu banyak orang) November 2016 Sekitaran waktu itulah Langit membuat cerita ini. Di masa itu,  hampir tiap malam dia dan saya membuat cerita baru.  Setiap cerita dimulai dengan "Once there was/were..."  Mostly ceritanya pendek dan sederhana.   The characters in the book Angelina adalah nama boneka tikus kesayangannya (as in Angelina Ballerina). Sementara Monkey dan Tigger (as in Pooh's friend) adalah comrade setia Angelina. Cerita Langit begitu personal dan imajinatif (komentar ibu tidak boleh dibantah) sehingga saya memutuskan untuk mengirimnya pada mba Gita untuk dimuat di  serusetiapsaat . Then, comes the hard part.  Pertama,  kami membahas isinya dulu.  Mba Gita menemukan beberapa 'lubang' dan bertanya berapa umur Langit ketika membuat cerita ini....